Selasa, 17 April 2012

PILAH-PILIH COLOGNE, TOILETTE DAN PARFUME





Exovers,

Tak usa basa-basi. Pasti semua uda pada tahu yang namanya parfum. Kalo tidak ada barang yang satu ini pastinya tingkat kepedean kita jadi berkurang kalo pergi ke mana-mana. Apalagi buat kita-kita yang tinggal di kota besar yang notabene cuacanya gerah dan panas membara, barang yang satu ini pasti wajib ada sebagai pengusir bau badan.

Setiap orang pasti punya selera berbeda-beda untuk memilih jenis parfumnya sendiri. Beda merk parfum pasti beda aroma, beda tahan wanginya dan tentu juga beda harga tentunya. :)

Terlepas dari perihal pemilihan parfum berdasarkan karakter seseorang, ada satu hal penting lagi yang perlu diperhatikan. Nah bagi temen” exovers yang kebetulan mau beli parfum, simak dlu yang satu ini ya. Supaya jenis parfum yang dipilih bisa sesuai dengan yang diinginkan.

Jadi begini, secara umum parfum yang ada di pasaran itu dapat dibagi menjadi beberapa golongan yaitu Eau de cologne, Eau de perfume, Eau de toilette :

1.     Eau de cologne


Eau de cologne ini merupakan parfum yang paling rendah kadar minyak essensial/ minyak atsiri alias senyawa aromatiknya . Kadarnya berkisar antara 2-5%. Selebihnya akan dicampur dengan air ataupun alkohol. Nah karena kadar aromatiknya yang rendah, eau de cologne ini daya tahan wanginya paling rendah yaitu sekitar 2-3 jam. Biasanya eau de cologne ini dipergunakan sehabis mandi sebagai penyegar. 

2.     Eau de toilette
 


Meskipun namanya mempergunakan istilah toilette, bukan berarti parfume jenis ini memiliki aroma seperti pengharum ruangan di kamar kecil alias toilette. Jenis parfum ini mempunyai kadar alkohol yang lebih rendah dibandingkan dengan eau de cologne dan kadar senyawa aromatic yang beragam antara 10-20% menyesuaikan dengan jenis dan merknya. Jenis perfume ini sering direkomendasikan sebagai pilihan parfume pria terkuat, karena aromanya yang tidak terlalu keras dan lumayan tahan lama yaitu sekitar 4-5 jam.

3.     Eau de perfume
Nah, eau de parfume merupakan parfum dengan kadar alkohol terendah yang umum beredar di pasaran. Dengan kandungan senyawa aromatiknya yang tinggi (10-30%), parfum jenis ini mempunyai aroma yang paling keras dan paling tahan lama yaitu 3-5 jam. Parfum ini sangat cocok digunakan oleh wanita karena kuat aromanya yang seringkali pas dengan selera wanita penggunanya. Dan sebaliknya kurang cocok digunakan untuk kaum pria karena aromanya yang sangat kuat dan terkadang terkesan menyengat.

Nah, exovers apapun jenis parfumnya apakah itu eau de cologne, toilette ataupun perfume semuanya merupakan pilihan yang baik. Yang musti harus dipikir-pikir adalah waktu, tempat dan keadaan (desa, kala patra) untuk memakainya
Viva Exovers !!

Kamis, 15 Maret 2012

Havard Reverencing System, UPPERCASE kah ?

 Hai exovers,


Apakah kalian salah satu dari pengguna Havard style untuk penulisan sitasi dan daftar pustaka karya ilmiah anda.? Bagaimanakah format referencing systemnya ? Sekedar sharing kepada teman-teman exovers, mungkin ada yang pernah menelusuri juga. Atau ada yang bisa memberi pencerahan..??

Sadar atau tidak ternyata format penulisan sitasi dan daftar pustaka ala havard style di setiap universitas di dunia tidak semuanya sama. Walaupun jumlahnya sedikit namun menurut saya perbedaan ini lumayan kentara karena ini menyangkut penulisan nama pengarang pada daftar pustaka. Nah, ada 2 tipe penulisan nama pengarang dalam havard style yang saya temui :

a. Tipe A (penulisan nama pengarang dengan format uppercase)
b. Tipe B (penulisan nama pengarang tidak dengan format uppercase)

Kita mulai dengan Havard style tipe A, penulisan nama pengarang pada style ini menggunakan huruf kapital semua alias uppercase.Format ini dipakai oleh De Monfort University. seperti ini contohnya :


MASOLINO, T. (1427) The Temptation of Adam and Eve [Painting]. In: BRUCEMITFORD, M. (1996). The Illustrated Book of Signs and Symbols. London: DorlingKindersley

LU, H. and MIETHE, T.D. (2002) Legal representation and criminal processing in China. British Journal of Criminology, 42 (2), pp. 267280

DREXHAGE, J. (2004) Still up in the air. Carbon finance, (January), pp. 1617

Sedangkan Havard style tipe B, penulisan nama pengarang pada style ini hanya menggunakan huruf kapital di awal kata, itupun tidak berlaku pada kata sambung. Format ini dipakai oleh lebih banyak universitas seperti University of Canberra, Central Queensland University dan Anglia Ruskin University. Begini contohnya :


Weiss, T.D. and Coatie, J.J., 2010. The World Health Organisation, its history and impact. London: Perseus.

Barker, R., Kirk, J. and Munday, R.J., 1988. Narrative analysis. 3rd ed. Bloomington: Indiana University Press.

Edge, M. (1996). Lifetime prediction: Fact or fancy? In M. S. Koch, T. Padfield, J. S. Johnsen, & U. B. Kejser (Eds.), Proceedings of the Conference on Research Techniques in Photographic Conservation (pp. 97-100). Copenhagen, Denmark: Royal Danish Academy of Fine Arts.

Berbeda bukan ? Nah, bagaimana dengan format havard yang teman-teman exovers pakai ? Tipe A atau tipe B ?

Kamis, 08 Maret 2012

Relaksasi Sederhana Buat Penyusun TA




Hai teman,


Bagi anda mahasiswa semester akhir, penyusunan tugas akhir terkadang memang sangat menyita waktu dan pikiran. Bila tidak pandai mengatur waktu dan menyiasatinya bisa jadi kesehatan anda yang terganggu. Keluhan-keluhan mulai dari pegal-pegal, 5L (lelah, letih lunglai, lelet dan letoi) sampai dengan pusing, dan mual bisa saja menghinggapi anda. Belum lagi pikiran yang tertekan akan membuat anda cepat stress yang tentu saja bisa menurunkan bahkan menghilangkan semangat anda untuk meng”edit” tugas akhir anda.
Tak ingin semua itu terjadi? Lakukan saja berbagai teknik relaksasi sederhana berikut ini untuk menghilangkan stress anda :

  1. Meditasi. Jangan terburu berpikir meditasi harus selalu dalam suasana rileks, tenang, dan dalam posisi duduk yang—kadang terasa—menyiksa. Menurut Herbert Benson, MD, pengarang buku The Relaxation Response, mengatakan, hal menyenangkan yang dilakukan berulang-ulang dan rutin juga merupakan bentuk meditasi. Seperti, jalan-jalan, berenang, atau melukis. Intinya, meditasi adalah sikap menenangkan pikiran untuk meredakan ketegangan sehingga mampu mengembalikan metabolisme tubuh ke kondisi normal. 
  2. Relaksasi dengan pengaturan napas. Tarik napas dalam-dalam. Lakukan tarikan napas dalam-dalam, hirup pelan, dan ciptakan suasana rileks, serta hembuskan kembali perlahan. Atau, tarik napas dalam, masukkan ke rongga dada, dan hembuskan melalui mulut secara perlahan. Cara-cara semacam itu, menurut Joan Borysenko, PhD, Direktur Harvard's Mind-Body Clinical Programs akan memberikan rasa santai yang akan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.


3.     Minum teh panas. Menurut Nicholas Perricone, MD, pengarang 7 Secrets to Beauty, Health, and Longevity, minum teh berjenis chamomile mampu merilekskan pikiran dan meredakan stres. Ia yang melakukan penelitian, menemukan bahwa orang yang meminum teh selama enam minggu berturut-turut, akan lebih mudah menurunkan level ketegangan dalam dirinya.



4.   Lakukan pijatan sendiri. Darrin Zeer, pengarang Lover's Massage and Office Yoga menganjurkan beberapa gerakan seperti letakkan tangan di pundak dan leher, lakukan pijatan ringan, lakukan bergantian menuruni tangan. Cara ini akan memberikan rasa santai dan menghilangkan pegal-pegal yang mungkin dirasakan.

5.        Berikan waktu untuk sendirian. Manfaatkan waktu sejenak, 5 menit hingga setengah jam, untuk sekedar keluar dari rutinitas. Lakukan apa saja yang menyenangkan Anda pada waktu tersebut. Namun, lebih baik jika Anda merilekskan diri sejenak dengan meditasi atau menenangkan pikiran. Jeff Brantley, MD, pengarang Five Good Minutes In the Evening menyebutkan bahwa waktu pendek ini akan sangat berharga guna menenangkan dan akhirnya, mengembalikan diri pada vitalitas yang kita inginkan.

Sederhana bukan ? Semoga ragam relaksasi sederhana di atas bisa menjadi alternatif solusi anda untuk mengatasi stress anda saat penyusunan TA. 
 
Source : http://www.inspirasisehat.com/neurobion-daily-life/234-sehat-setiap-hari-dengan-relaksasi.