Kamis, 15 Maret 2012

Havard Reverencing System, UPPERCASE kah ?

 Hai exovers,


Apakah kalian salah satu dari pengguna Havard style untuk penulisan sitasi dan daftar pustaka karya ilmiah anda.? Bagaimanakah format referencing systemnya ? Sekedar sharing kepada teman-teman exovers, mungkin ada yang pernah menelusuri juga. Atau ada yang bisa memberi pencerahan..??

Sadar atau tidak ternyata format penulisan sitasi dan daftar pustaka ala havard style di setiap universitas di dunia tidak semuanya sama. Walaupun jumlahnya sedikit namun menurut saya perbedaan ini lumayan kentara karena ini menyangkut penulisan nama pengarang pada daftar pustaka. Nah, ada 2 tipe penulisan nama pengarang dalam havard style yang saya temui :

a. Tipe A (penulisan nama pengarang dengan format uppercase)
b. Tipe B (penulisan nama pengarang tidak dengan format uppercase)

Kita mulai dengan Havard style tipe A, penulisan nama pengarang pada style ini menggunakan huruf kapital semua alias uppercase.Format ini dipakai oleh De Monfort University. seperti ini contohnya :


MASOLINO, T. (1427) The Temptation of Adam and Eve [Painting]. In: BRUCEMITFORD, M. (1996). The Illustrated Book of Signs and Symbols. London: DorlingKindersley

LU, H. and MIETHE, T.D. (2002) Legal representation and criminal processing in China. British Journal of Criminology, 42 (2), pp. 267280

DREXHAGE, J. (2004) Still up in the air. Carbon finance, (January), pp. 1617

Sedangkan Havard style tipe B, penulisan nama pengarang pada style ini hanya menggunakan huruf kapital di awal kata, itupun tidak berlaku pada kata sambung. Format ini dipakai oleh lebih banyak universitas seperti University of Canberra, Central Queensland University dan Anglia Ruskin University. Begini contohnya :


Weiss, T.D. and Coatie, J.J., 2010. The World Health Organisation, its history and impact. London: Perseus.

Barker, R., Kirk, J. and Munday, R.J., 1988. Narrative analysis. 3rd ed. Bloomington: Indiana University Press.

Edge, M. (1996). Lifetime prediction: Fact or fancy? In M. S. Koch, T. Padfield, J. S. Johnsen, & U. B. Kejser (Eds.), Proceedings of the Conference on Research Techniques in Photographic Conservation (pp. 97-100). Copenhagen, Denmark: Royal Danish Academy of Fine Arts.

Berbeda bukan ? Nah, bagaimana dengan format havard yang teman-teman exovers pakai ? Tipe A atau tipe B ?

Kamis, 08 Maret 2012

Relaksasi Sederhana Buat Penyusun TA




Hai teman,


Bagi anda mahasiswa semester akhir, penyusunan tugas akhir terkadang memang sangat menyita waktu dan pikiran. Bila tidak pandai mengatur waktu dan menyiasatinya bisa jadi kesehatan anda yang terganggu. Keluhan-keluhan mulai dari pegal-pegal, 5L (lelah, letih lunglai, lelet dan letoi) sampai dengan pusing, dan mual bisa saja menghinggapi anda. Belum lagi pikiran yang tertekan akan membuat anda cepat stress yang tentu saja bisa menurunkan bahkan menghilangkan semangat anda untuk meng”edit” tugas akhir anda.
Tak ingin semua itu terjadi? Lakukan saja berbagai teknik relaksasi sederhana berikut ini untuk menghilangkan stress anda :

  1. Meditasi. Jangan terburu berpikir meditasi harus selalu dalam suasana rileks, tenang, dan dalam posisi duduk yang—kadang terasa—menyiksa. Menurut Herbert Benson, MD, pengarang buku The Relaxation Response, mengatakan, hal menyenangkan yang dilakukan berulang-ulang dan rutin juga merupakan bentuk meditasi. Seperti, jalan-jalan, berenang, atau melukis. Intinya, meditasi adalah sikap menenangkan pikiran untuk meredakan ketegangan sehingga mampu mengembalikan metabolisme tubuh ke kondisi normal. 
  2. Relaksasi dengan pengaturan napas. Tarik napas dalam-dalam. Lakukan tarikan napas dalam-dalam, hirup pelan, dan ciptakan suasana rileks, serta hembuskan kembali perlahan. Atau, tarik napas dalam, masukkan ke rongga dada, dan hembuskan melalui mulut secara perlahan. Cara-cara semacam itu, menurut Joan Borysenko, PhD, Direktur Harvard's Mind-Body Clinical Programs akan memberikan rasa santai yang akan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.


3.     Minum teh panas. Menurut Nicholas Perricone, MD, pengarang 7 Secrets to Beauty, Health, and Longevity, minum teh berjenis chamomile mampu merilekskan pikiran dan meredakan stres. Ia yang melakukan penelitian, menemukan bahwa orang yang meminum teh selama enam minggu berturut-turut, akan lebih mudah menurunkan level ketegangan dalam dirinya.



4.   Lakukan pijatan sendiri. Darrin Zeer, pengarang Lover's Massage and Office Yoga menganjurkan beberapa gerakan seperti letakkan tangan di pundak dan leher, lakukan pijatan ringan, lakukan bergantian menuruni tangan. Cara ini akan memberikan rasa santai dan menghilangkan pegal-pegal yang mungkin dirasakan.

5.        Berikan waktu untuk sendirian. Manfaatkan waktu sejenak, 5 menit hingga setengah jam, untuk sekedar keluar dari rutinitas. Lakukan apa saja yang menyenangkan Anda pada waktu tersebut. Namun, lebih baik jika Anda merilekskan diri sejenak dengan meditasi atau menenangkan pikiran. Jeff Brantley, MD, pengarang Five Good Minutes In the Evening menyebutkan bahwa waktu pendek ini akan sangat berharga guna menenangkan dan akhirnya, mengembalikan diri pada vitalitas yang kita inginkan.

Sederhana bukan ? Semoga ragam relaksasi sederhana di atas bisa menjadi alternatif solusi anda untuk mengatasi stress anda saat penyusunan TA. 
 
Source : http://www.inspirasisehat.com/neurobion-daily-life/234-sehat-setiap-hari-dengan-relaksasi.