Jumat, 27 Maret 2015

Preikestolen, Surga di Negeri Aurora


Exovers, apa kalian pernah mengunjungi negara Norwegia?

Sebagai salah satu negara yang berada dekat dengan kutub utara Norwegia mempunyai banyak pemandangan dan fenomena alam yang unik untuk dinikmati. Paling tidak, Exovers pernah mendengar tentang aurora borealis atau northen light yang legendaris itu. Jika sedang beruntung, Exovers dapat melihatnya di langit malam saat berkunjung ke Norwegia.

Baik cukup untuk auroranya. Karena kali ini kita tidak akan membahas tentang aurora. Kita akan membahas salah satu tempat wisata di Norwegia yang menyajikan pemandangan alam yang paling terkenal. Preikestolen.

sumber: http://www.thepinnaclelist.com


Dalam bahasa Inggris Preikestolen mendapat julukan sebagai "The Pulpit Rock". Jika menempuh jalur laut maka Preikestolen ini akan tepat berada di atas Lysefjord.
sumber: http://www.thepinnaclelist.com

Preikestolen sendiri diperkirakan terbentuk sekitar 10.000 tahun yang lalu dari bongkahan batuan pada perbukitan yang dikikis oleh glacier yang mencair saat akhir jaman es. Rembesan dari glasier ini kemudian mengikis bagian-bagian perbukitan yang lain sehingga membentuk fjord. Fjord secara umum terlihat sama dengan teluk, namun fjord khas terbentuk dari lelehan glasier dan jauh lebih menjorok ke daratan.

sumber :http://www.thepinnaclelist.com

Dengan ketinggian sekitar 1982 kaki (604) dan luas 25 x 25 meter persegi  tidak diragukan lagi bahwa Preikestolen mampu menyajikan pemandangan alam Norwegia yang super yahud. Preikenstolen sendiri menjadi tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di Norwegia. Setidaknya sekitar 200.000 orang berkunjung ke Preikestolen setiap tahunnya.

sumber: http://www.thepinnaclelist.com

Untuk mendakinya, wisatawan tidak dikenakan biaya sepeserpun. Rata-rata wisatawan butuh waktu 3-4 jam perjalanan mendaki. Preikestolen akan ramai dikunjungi ketika musim panas dan sepi serta nyaris tidak dikunjungi saat musim dingin. Sangat tidak disarankan untuk mengunjungi Preikestolen pada saat musim dingin, selain karena udara yang terlampau dingin jalanan menuju puncak Preikestolen juga menjadi licin.

Tertarik untuk mengunjunginya Exovers? :)

Jumat, 13 Maret 2015

Something I Need

Hai exovers,



Pernah denger lagu OneRepublic yang judulnya "Something I Need" ?
Lagu ini dirilis tahun 2013. Pertama kali saya mendengarkannya, saya membayangkan bahwa lagu ini bercerita tentang seseorang yang sangat mencintai pasangannya. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang tidak akan bisa hidup jika ditinggalkan oleh pasangannya. Seperti berpesan bahwa jagalah pasangan mu dengan sungguh-sungguh.
 


Tapi jujur setelah saya menonton video klipnya di you tube https://www.youtube.com/watch?v=qKCGBgOgp08 . Saya berfikir bahwa lagu ini berpesan bahwa jika kamu mencintai seseorang maka kejarlah dia. Jangan biarkan dia pergi sebelum kamu berusaha mendapatkannya dengan usaha yang sungguh-sungguh. Video dari lagu Something I Need ini seperti berpesan bahwa kamu tidak perlu takut untuk ditolak oleh wanita/pria yang kamu sukai. Paling tidak kamu harus berusaha, agar kelak kamu tidak menyesal. Yap, "cobalah selagi ada kesempatan". Begitulah pesan yang ingin disampaikan oleh video lagu ini. Setidaknya itu yang saya tangkap saat mendengar dan melihat video lagu ini.



Terlepas dari semua itu lagu garapan OneRepublic ini tetap menjadi salah satu lagu yang recommended untuk kamu dengerin. Setuju nggak Exovers? Nah, bagi yang belum tahu liriknya bisa lihat di bawah ini ya..




"SOMETHING I NEED"

I had a dream the other night
About how we only get one life
Woke me up right after two
Stayed awake and stared at you
So I wouldn't lose my mind

And I had the week that came from hell
And yes I know that you could tell
But you're like the net under the ledge
When I go flying off the edge
You go flying off as well

And if you only die once I wanna die with
You got something I need
In this world full of people there's one killing me
And if we only die once, (hey)
I wanna die with you (you, you, you)
You got something I need
In this world full of people there's one killing me
And if we only die once, (hey)
I wanna die with you (you, you)

Last night I think I drank too much, yeah
Call it our temporary crutch, hey
With broken words I've tried to say
Honey don't you be afraid
If we got nothing we got us (Yeah)

And if you only die once I wanna die with
You got something I need
In this world full of people there's one killing me
And if we only die once, (hey)
I wanna die with you (you, you, you)
You got something I need
In this world full of people there's one killing me
And if we only die once, (hey)
I wanna die with you (you, you, you)

I know that we're not the same
But I'm so damn glad that we made it
To this time, this time, now (yeah)

You got something I need
Yeah in this world full of people there's one killing me
And if we only die once I wanna die with you (heeyy)
You got something I need
In this world full of people there's one killing me
And if we only die once, (hey)
I wanna die with you (you, you, you)
You got something I need
In this world full of people there's one killing me
And if we only die once, (hey)
I wanna die with you (you, you, you)

If we only die once (hey) I wanna die with
If we only live once I wanna live with you

Selasa, 17 April 2012

PILAH-PILIH COLOGNE, TOILETTE DAN PARFUME





Exovers,

Tak usa basa-basi. Pasti semua uda pada tahu yang namanya parfum. Kalo tidak ada barang yang satu ini pastinya tingkat kepedean kita jadi berkurang kalo pergi ke mana-mana. Apalagi buat kita-kita yang tinggal di kota besar yang notabene cuacanya gerah dan panas membara, barang yang satu ini pasti wajib ada sebagai pengusir bau badan.

Setiap orang pasti punya selera berbeda-beda untuk memilih jenis parfumnya sendiri. Beda merk parfum pasti beda aroma, beda tahan wanginya dan tentu juga beda harga tentunya. :)

Terlepas dari perihal pemilihan parfum berdasarkan karakter seseorang, ada satu hal penting lagi yang perlu diperhatikan. Nah bagi temen” exovers yang kebetulan mau beli parfum, simak dlu yang satu ini ya. Supaya jenis parfum yang dipilih bisa sesuai dengan yang diinginkan.

Jadi begini, secara umum parfum yang ada di pasaran itu dapat dibagi menjadi beberapa golongan yaitu Eau de cologne, Eau de perfume, Eau de toilette :

1.     Eau de cologne


Eau de cologne ini merupakan parfum yang paling rendah kadar minyak essensial/ minyak atsiri alias senyawa aromatiknya . Kadarnya berkisar antara 2-5%. Selebihnya akan dicampur dengan air ataupun alkohol. Nah karena kadar aromatiknya yang rendah, eau de cologne ini daya tahan wanginya paling rendah yaitu sekitar 2-3 jam. Biasanya eau de cologne ini dipergunakan sehabis mandi sebagai penyegar. 

2.     Eau de toilette
 


Meskipun namanya mempergunakan istilah toilette, bukan berarti parfume jenis ini memiliki aroma seperti pengharum ruangan di kamar kecil alias toilette. Jenis parfum ini mempunyai kadar alkohol yang lebih rendah dibandingkan dengan eau de cologne dan kadar senyawa aromatic yang beragam antara 10-20% menyesuaikan dengan jenis dan merknya. Jenis perfume ini sering direkomendasikan sebagai pilihan parfume pria terkuat, karena aromanya yang tidak terlalu keras dan lumayan tahan lama yaitu sekitar 4-5 jam.

3.     Eau de perfume
Nah, eau de parfume merupakan parfum dengan kadar alkohol terendah yang umum beredar di pasaran. Dengan kandungan senyawa aromatiknya yang tinggi (10-30%), parfum jenis ini mempunyai aroma yang paling keras dan paling tahan lama yaitu 3-5 jam. Parfum ini sangat cocok digunakan oleh wanita karena kuat aromanya yang seringkali pas dengan selera wanita penggunanya. Dan sebaliknya kurang cocok digunakan untuk kaum pria karena aromanya yang sangat kuat dan terkadang terkesan menyengat.

Nah, exovers apapun jenis parfumnya apakah itu eau de cologne, toilette ataupun perfume semuanya merupakan pilihan yang baik. Yang musti harus dipikir-pikir adalah waktu, tempat dan keadaan (desa, kala patra) untuk memakainya
Viva Exovers !!

Kamis, 15 Maret 2012

Havard Reverencing System, UPPERCASE kah ?

 Hai exovers,


Apakah kalian salah satu dari pengguna Havard style untuk penulisan sitasi dan daftar pustaka karya ilmiah anda.? Bagaimanakah format referencing systemnya ? Sekedar sharing kepada teman-teman exovers, mungkin ada yang pernah menelusuri juga. Atau ada yang bisa memberi pencerahan..??

Sadar atau tidak ternyata format penulisan sitasi dan daftar pustaka ala havard style di setiap universitas di dunia tidak semuanya sama. Walaupun jumlahnya sedikit namun menurut saya perbedaan ini lumayan kentara karena ini menyangkut penulisan nama pengarang pada daftar pustaka. Nah, ada 2 tipe penulisan nama pengarang dalam havard style yang saya temui :

a. Tipe A (penulisan nama pengarang dengan format uppercase)
b. Tipe B (penulisan nama pengarang tidak dengan format uppercase)

Kita mulai dengan Havard style tipe A, penulisan nama pengarang pada style ini menggunakan huruf kapital semua alias uppercase.Format ini dipakai oleh De Monfort University. seperti ini contohnya :


MASOLINO, T. (1427) The Temptation of Adam and Eve [Painting]. In: BRUCEMITFORD, M. (1996). The Illustrated Book of Signs and Symbols. London: DorlingKindersley

LU, H. and MIETHE, T.D. (2002) Legal representation and criminal processing in China. British Journal of Criminology, 42 (2), pp. 267280

DREXHAGE, J. (2004) Still up in the air. Carbon finance, (January), pp. 1617

Sedangkan Havard style tipe B, penulisan nama pengarang pada style ini hanya menggunakan huruf kapital di awal kata, itupun tidak berlaku pada kata sambung. Format ini dipakai oleh lebih banyak universitas seperti University of Canberra, Central Queensland University dan Anglia Ruskin University. Begini contohnya :


Weiss, T.D. and Coatie, J.J., 2010. The World Health Organisation, its history and impact. London: Perseus.

Barker, R., Kirk, J. and Munday, R.J., 1988. Narrative analysis. 3rd ed. Bloomington: Indiana University Press.

Edge, M. (1996). Lifetime prediction: Fact or fancy? In M. S. Koch, T. Padfield, J. S. Johnsen, & U. B. Kejser (Eds.), Proceedings of the Conference on Research Techniques in Photographic Conservation (pp. 97-100). Copenhagen, Denmark: Royal Danish Academy of Fine Arts.

Berbeda bukan ? Nah, bagaimana dengan format havard yang teman-teman exovers pakai ? Tipe A atau tipe B ?

Kamis, 08 Maret 2012

Relaksasi Sederhana Buat Penyusun TA




Hai teman,


Bagi anda mahasiswa semester akhir, penyusunan tugas akhir terkadang memang sangat menyita waktu dan pikiran. Bila tidak pandai mengatur waktu dan menyiasatinya bisa jadi kesehatan anda yang terganggu. Keluhan-keluhan mulai dari pegal-pegal, 5L (lelah, letih lunglai, lelet dan letoi) sampai dengan pusing, dan mual bisa saja menghinggapi anda. Belum lagi pikiran yang tertekan akan membuat anda cepat stress yang tentu saja bisa menurunkan bahkan menghilangkan semangat anda untuk meng”edit” tugas akhir anda.
Tak ingin semua itu terjadi? Lakukan saja berbagai teknik relaksasi sederhana berikut ini untuk menghilangkan stress anda :

  1. Meditasi. Jangan terburu berpikir meditasi harus selalu dalam suasana rileks, tenang, dan dalam posisi duduk yang—kadang terasa—menyiksa. Menurut Herbert Benson, MD, pengarang buku The Relaxation Response, mengatakan, hal menyenangkan yang dilakukan berulang-ulang dan rutin juga merupakan bentuk meditasi. Seperti, jalan-jalan, berenang, atau melukis. Intinya, meditasi adalah sikap menenangkan pikiran untuk meredakan ketegangan sehingga mampu mengembalikan metabolisme tubuh ke kondisi normal. 
  2. Relaksasi dengan pengaturan napas. Tarik napas dalam-dalam. Lakukan tarikan napas dalam-dalam, hirup pelan, dan ciptakan suasana rileks, serta hembuskan kembali perlahan. Atau, tarik napas dalam, masukkan ke rongga dada, dan hembuskan melalui mulut secara perlahan. Cara-cara semacam itu, menurut Joan Borysenko, PhD, Direktur Harvard's Mind-Body Clinical Programs akan memberikan rasa santai yang akan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.


3.     Minum teh panas. Menurut Nicholas Perricone, MD, pengarang 7 Secrets to Beauty, Health, and Longevity, minum teh berjenis chamomile mampu merilekskan pikiran dan meredakan stres. Ia yang melakukan penelitian, menemukan bahwa orang yang meminum teh selama enam minggu berturut-turut, akan lebih mudah menurunkan level ketegangan dalam dirinya.



4.   Lakukan pijatan sendiri. Darrin Zeer, pengarang Lover's Massage and Office Yoga menganjurkan beberapa gerakan seperti letakkan tangan di pundak dan leher, lakukan pijatan ringan, lakukan bergantian menuruni tangan. Cara ini akan memberikan rasa santai dan menghilangkan pegal-pegal yang mungkin dirasakan.

5.        Berikan waktu untuk sendirian. Manfaatkan waktu sejenak, 5 menit hingga setengah jam, untuk sekedar keluar dari rutinitas. Lakukan apa saja yang menyenangkan Anda pada waktu tersebut. Namun, lebih baik jika Anda merilekskan diri sejenak dengan meditasi atau menenangkan pikiran. Jeff Brantley, MD, pengarang Five Good Minutes In the Evening menyebutkan bahwa waktu pendek ini akan sangat berharga guna menenangkan dan akhirnya, mengembalikan diri pada vitalitas yang kita inginkan.

Sederhana bukan ? Semoga ragam relaksasi sederhana di atas bisa menjadi alternatif solusi anda untuk mengatasi stress anda saat penyusunan TA. 
 
Source : http://www.inspirasisehat.com/neurobion-daily-life/234-sehat-setiap-hari-dengan-relaksasi.

Minggu, 17 April 2011

Buanglah Sampah DEKAT Tempat Sampah






Hai teman,
Serigkali masalah tentang sampah menjadi ajang lempar- melempar tanggung-jawab. Memang sebenarnya kita sendiri sudah jenuh memikirkan tentang hal itu. Seringkali sampah itu dianggap sebagai sesuatu hal yang menjijikkan , kotor, sumber penyakit dan lain sebagainya. Namun jika kita telusuri ternyata sampah itu sebenarnya kita juga yang menghasilkan. Dan sewajarnya penanganan sampah tersebut tidak begitu saja diserahkan kepada pihak pengelola. Karena sebenarnya penanganan sampah tersebut merupakan tanggung-jawab kita juga sebagai produsen sampah. Pekerjaan mengolah sampah akan menjadi sangat berat jika tidak ada partisipasi dari masyarakat.

Mungkin ini adalah bukti kalau masyarakat kita kurang peduli terhadap penanganan sampah. Hal aneh ini aku temui ketika aku sedang dalam perjalanan pulang. Sebuah tempat sampah yang tampak tidak penuh dan di salah satu sisinya terdapat tumpukan sampah. Hal ini sungguh menggelitik hati saya. Apakah yang sebenarnya membuat orang-orang di lingkungan ini sampai tidak mau membuang sampahnya ke dalam bak tersebut? Apakah tembok bak tersebut terlalu tinggi sehingga orang-orang menjadi sukar untuk membuang sampah? Atau ada masalah lainnya?








Kamis, 14 April 2011

PANEN KARBON




Hai teman,
Tak seperti biasa aku pulang ke kampung halaman ku pagi-pagi sekali. Biasanya aku pulang ke kampung di malam hari. Mungkin jika di ingat-ingat ini adalah kali pertama aku pulang kampung di pagi-pagi buta. Tak seperti biasanya, jalanan di pagi buta terasa lenggang. Sejak aku berangkat mungkin jumlah kendaraan yang berpapasan dengan ku masih bisa dihitung dengan jari. Hawa dingin pun masih terasa menusuk kulit ku, yang sudah memakai 3 pakaian sekaligus. Baju dalam, baju kaos dan jaket ku rupanya masih bisa ditembus oleh udara-udara sejuk bercampur dingin di pagi hari.

Sampai di rumah, ibu ku yang selalu rajin bangun pagi, sudah sibuk di pekarangan rumah memulai  aktivitas pertamanya sambil meminum kopi hangat. Ya , kala itu ibuku sedang menyapu halaman. Aktivitas ini memang sering dilakukannya seorang diri semenjak aku tinggal di kota. Di kanan kiri pekarangan rumah sudah terlihat beberapa tumpukan dedaunan. Dua pohon rambutan di pekarangan rumah ku yang cukup luas memang kadang membuat repot keluarga kami. Apalagi jika musim angin ribut mulai datang, banyak daun-daun yang berguguran di sana-sini. Pada musim itu setiap pagi ibu ku bisa mengumpulkan tiga keranjang dedaunan kering dari dua pohon rambutan ku.

Sampah ini biasanya aku buang di kebun belakang rumah. “Hitung-hitung sebagai pupuk” begitu kata ibuku.Namun jika sudah musim angin ribut tiba, sampah-sampah dedaunan itu tidak lagi dibuang di kebun. pada musim-musim seperti itu sampah dedaunan jadi menumpuk di kebun dan kadang-kadang merusak pemandangan dan estetika. Nah, karena itu sampah-sampah itu kemudian dibakar. 

 

Mungkin karena terlalu sering melihat daun-daun berguguran di musim angin ribut, aku kemudian menyebutnya dengan peristiwa "panen daun". Karena banyak sekali daun kering yang bisa aku kumpulkan saat musim itu. Walaupun sama-sama panen, tapi panen daun ini sangat berbeda dengan panen-panen pada umumnya, terutama dengan panen buah. Kalau panen buah kita bisa menikmati buahnya, bisa dimakan langsung, bisa di buat jus, bisa di buat es buah dan lain sebagainya. Tapi jika panen daun? Di olah bagaimana pun mungkin tidak akan ada yang mau mengonsumsinya, paling banter menjadi pupuk atau menjadi pengusir nyamuk ketika sampah ini dibakar. Dan parahnya lagi, jika dihitung-hitung panen daun ini selalu saja ada setiap hari, bahkan setiap jam ada saja daun yang jatuh dari dahannya, tapi kalau panen buah? Paling cepat 4-6 bulan sekali baru bisa dinikmati. "Aneh sekali" pikir ku, karena ada panen yang justru membuat si empunya menjadi sibuk dan tidak mendapatkan hasil sedikitpun. 

Tapi pandangan itu menjadi berubah sejak isu global warming menjadi booming. Sebuah fakta bahwa sebenarnya panen daun yang sering membuat aku dan ibuk ku sibuk tidak keruan itu ternyata mempunyai manfaat yang sangat baik bukan saja bagi aku, ibuku . Tentu saja jika daun-daun ini tidak dibakar. Bahkan orang lain pun seharusnya telah mendapatkan hasil dari panen daun ku ini. Aneh memang , jika belum berpikir bahwa sebenarnya panen daun ku ini = panen karbon.

PANEN DAUN = PANEN KARBON

Nah, mari kita mulai pada kenyataan bahwa sebenarnya karbon merupakan salah satu unsur penting yang diperlukan tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang. Ternyata sebagian besar unsur karbon yang diperlukan tersebut diambil dari gas karbon dioksida di udara bebas. Karbon-karbon tersebut akan dipergunakan untuk menyusun jaringan-jaringan tanaman hingga membentuk daun , batang dan lain-lain. Dengan kata lain di dalam daun tadi sebenarnya banyak mengandung unsur karbon. Dengan berubahnya unsur karbon yang berada di dalam gas karbon dioksida menjadi karbon padat yang terkandung dalam daun, ternyata telah mengurangi  gas-gas penyebab global warming khususnya karbon dioksida di udara. Jadi wajar, jika seharusnya panen daun ini hasilnya bisa dinikmati oleh semua orang.

Sangat disayangkan ketika jerih payah pohon-pohon mengurangi karbon di udara menjadi sia sia . Ini karena daun-daun tersebut dibakar.Perlakuan ini memang lebih praktis jika dibandingkan dengan menunggu daun-daun tersebut membusuk. Namun, tentu, hal ini berdampak buruk bagi lingkungan kita. Mungkin saja banyak orang yang sudah menyadari hal ini, tetapi belum banyak yang mau mengubah perilakunya.

Kini maukah kita sedikit menghargai jerih payah tumbuh-tumbuhan, dengan memanen karbon di sekitar kita dan mengolahnya dengan benar?