![]() |
Hai teman,
Namanya hidup pasti ada suka dukanya. Banyak hal yang bisa membuat kita senang, namun tidak sedikit pula yang membuat kita sedih. Ada saja hal-hal yang membuat kita merasakan dua hal tersebut. Tak jarang kita menjadi senang bukan kepalang, bahkan sampai dapat membuat kita berteriak kegirangan karena sesuatu hal. Tapi banyak juga hal-hal yang membuat kita menjadi terdiam lesu, tak bersemangat dan bahkan menangis karenanya.
Nah, terkait dengan kesedihan yang lumayan sering kita rasakan, banyak dari kita yang menjadi putus asa. Memang, ini lumbrah terjadi pada kita, tapi bila yang namanya putus asa ini terlalu lama singgah di dalam diri kita bisa berpengaruh buruk kepada kita dan orang-orang terdekat kita. Menjadi malas untuk melakukan sesuatu, pesimis akan pilihan yang kita pilih merupakan sedikit contoh efek-efek negatif yang sering muncul saat kita menjadi putus asa. Intinya putus asa yang terlalu lama dapat membuat kita tidak produktif.
Namun percayakah teman-teman bahwa sebenarnya hidup itu sebenarnya adalah perjuangan? Dan banyak sekali yang sebenarnya bernasib lebih buruk di antara kita?
Teori ini terbukti ketika aku memperhatikan sebuah tanaman berjenis paku-pakuan (Pteridophyta) di depan kamar kost ku. Tumbuh di dasar lantai keramik, dengan akar hanya mencengkram debu-debu sisa sapuan anak kost. Setiap hari terpapar panas dan hujan. Setiap hari dilewati oleh lalu-lalang anak-anak kost tanpa ada yang memperdulikan apakah ia tumbuh dengan subur atau tidak. Diinjak-injak mungkin juga sudah menjadi agenda yang biasa dilewati oleh tumbuhan ini. Mungkin peribahasa yang cocok untuk menggambarkan keadaan tumbuhan itu adalah "bagai karakap tumbuh di batu" alias mati segan hidup tak mau. Adakah keadaan yang lebih mengenaskan dari pada tumbuhan ini ? Sungguh mengenaskan..
Namun biarpun begitu, setiap minggunya ada saja daun-daun baru yang menjuntai dari batangnya yang terbenam dalam lubang-lubang kosong di lantai kost maupun di antara pipa-pipa ledeng. Saat kekeringan daun-daun tuanya mulai kering dan meranggas, namun tunas-tunas muda daunnya tetap muncul. Mungkin tanaman ini hanya memiliki satu motto dalam hidupnya "terus hidup dan berkembang". Sebuah kenyataan yang patut kita renungkan bahwa sebenarnya tanaman sekecil ini pun tetap semangat dalam keterbatasan hidupnya. walaupun dalam kehidupannya senantiasa kekurangan suplai makanan dan kadang kekeringan dan kepanasan.
Mungkin, ini contoh yang baik untuk kita ketika kita menghadapi suatu masalah yang terkadang kita anggap sulit. Lihatlah mereka yang bertahan dalam keterbatasan dan kita akan tahu apakah kita sudah cukup pantas menyerah pada cobaan yang menghampiri kita.


kritik & saran membangun ya mas, mbak, pak, buk..,
BalasHapusn__n
Ciee ngelah blog..
BalasHapusSemangat est.. ^^
Itu yang di kanan apa.??
adsense.??
Dapet duit ga klo ngeklik.??
Tete said: ais kiiiir..... selamat atas blog barunya, mbah est.... tulisannya lumayan. berjuang terus ya! jadilah penulis yang bercirikan analogi dengan tanaman! ide bagus. keep be creative!\(^^)/
BalasHapuscandra: hohoho, thx..,
BalasHapusbukan ituu bukan AdSense, kemaren aq udah nyoba tapi malah ga bisa, karena rating blog q masih kece..,
Anta: lumayan gimana tee..??
berantakan..??
hohoho..,
maklum baru belajar.,
mohon bimbingannya.,
n__nv
Kamu dah yang paling tanaman est..
BalasHapusPelih ngalih jurusan kuliah ne..
pengalaman nulis yang akan mengajarimu lebih banyak, est.... semakin banyak nulis, semakin terasah tulisanmu.... good luck ya!
BalasHapuscandra: hahahahaha..,
BalasHapusada saatnya hobi tidak bisa menjadi penjamin hidup can.,
hobi ya hobi, kerja ya kerja
:)
anta: makasi sarannya tete.,
:)