Selasa, 12 April 2011

Warisan Budaya Indonesia

 Kira-kira apakah yang teman-teman pikirkan jika melihat gambar di atas ?

 Hai teman,
Mungkin yang terlintas di pikiran kira pertama kali saat melihat gambar di atas adalah sebuah pegelaran seni yang dipimpin oleh seorang dalang yang biasa di pentaskan di malam hari. Pegelaran yang banyak menampilkan kelincahan tangan seorang dalang dipadukan dengan gamelan-gamelan tradisional dan kidung-kidung kuno. Mungkin saja kita langsung terlintas dengan kisah Mahabarata atau Ramayana.Ya, itulah kesenian wayang.  Kita patut bangga dengan kesenian yang kita miliki ini. Selain kesenian ini merupakan kesenian asli Indonesia yang telah diturunkan secara turun-temurun wayang juga telah menjadi warisan budaya dunia sejak Novenber 2003.  

Kesenian ini juga merupakan salah satu bukti sejarah budaya di Indonesia, dimana jika ditelusuri budaya jawa kuno memiliki keterkaitan dengan budaya Bali. Banyak sekali tokoh-tokoh dalam pegelaran ini, tergantung pada cerita apa yang akan ditampilkan dalam pegelaran tersebut. Misalnya saja panca pandawa(Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sahadewa) ada dalam cerita Mahabarata, sedangkan Rahwana, Rama dam Shita yang ada dalam cerita Ramayana.Sebagai karya seni yang sangat berharga, wayang juga merupakan media penyampaian pesan yang baik bagi masyarakat. Cerita-cerita pewayangan yang banyak mengandung pesan-pesan moral dan petuah-petuah sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. 

Namun seiring dengan kemajuan teknologi, kenesian-kesenian tradisional mulai ditinggalkan oleh masyarakat,  begitu juga dengan kesenian wayang. Lama-kelamaan kegemaran masyarakat untuk menyaksikan pegelaran seni ini agaknya mulai berkurang. Banyak dari kita yang mulai tidak mengenal kesenian ini. Agaknya kesenian tradisional sekarang tidak dapat mengambil hati para kaum muda, sehingga peminat kesenian tradisional tinggalah kaum lanjut usia. Kaum muda kini lebih tertarik pada kesenian-kesenian modern dan sedikit-demi sedikit melupakan kesenian tradisional. Yang paling parah adalah penerus dari kesenian ini mulai berkurang. Satu-persatu keturunan-keturunan dari keluarga dalang pun  berganti profesi. Pegelaran wayang pun kini menjadi pemandangan yang langka, bahkan di desa-desa sekali pun. Dan pada akhirnya penghargaan terhadap kesenian ini juga menurun, sebagai salah satu warisan budaya dunia yang harus kita lestarikan hal ini merupakan hal yang sangat menghawatirkan.  

 Bangsa yang besar merupakan bangsa yang menghormati sejarah dan budayanya sendiri
. Kini, eksistensi dari kesenian ini tergantung pada kita sebagai generasi muda. Apakah kita dapat menghargai serta melestarikannya?

3 komentar:

  1. mohon comment & saran yg membangun yaa.,
    n__n

    BalasHapus
  2. tantangan: bikin pagelaran wayang di acara puncak aka sebagai persembahan smt VI, gimana?

    BalasHapus
  3. wkwkwk.,
    emang siapa yang mau ngedalang..??
    OVJ donk.,

    BalasHapus